Fasilitas yang ada di suatu negara berperan penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakatnya. Di Indonesia, aspek fasilitas menjadi titik penting dalam pembangunan sektor properti dan perumahan. Dalam pembahasan kali ini, kita akan membahas dua poin utama dalam sektor ini, yaitu “Hot” dan “SHM”.
Apa Itu “Hot” dalam Konteks Properti di Indonesia?
Dalam sektor property di Indonesia, “Hot” biasanya digunakan untuk merujuk pada property yang banyak diminati dan memiliki potensi peningkatan nilai investasi yang tinggi. Properti “Hot” biasanya berada di lokasi strategis, dilengkapi fasilitas lengkap, dan memiliki aksesibilitas yang baik.
Ada beberapa indikator yang bisa kita jadikan acuan dalam menentukan apakah suatu property termasuk kategori “Hot” atau tidak. Beberapa di antaranya adalah pertumbuhan infrastruktur di sekitar lokasi, akses transportasi, dan fasilitas pendukung lainnya seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan sebagainya.
Pentingnya Sertifikat Hak Milik (SHM) dalam Properti
Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah bukti hukum atas kepemilikan seseorang atau badan hukum terhadap tanah serta bangunan yang berdiri di atasnya. Pengadaan SHM adalah proses yang sangat penting dalam pembelian properti di Indonesia.
Tanpa SHM, transaksi jual beli properti bisa menimbulkan potensi sengketa di masa depan. Oleh karena itu, sebelum membeli properti, pastikan bahwa SHM yang dimiliki penjual adalah sah dan belum dijadikan jaminan di bank atau lembaga keuangan lainnya.
Fasilitas di Indonesia: Memprioritaskan Properti “Hot” dan SHM
Upaya meningkatkan kualitas properti di Indonesia tidak akan terlepas dari dua poin penting yaitu menyediakan properti “Hot” dan pentingnya SHM. Pemerintah Indonesia telah berusaha keras untuk membangun infrastruktur dan fasilitas publik yang memadai di berbagai wilayah, terutama di kawasan perkotaan dan subur demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Misalnya, pembangunan MRT di Jakarta dan pembangunan infrastruktur transportasi di berbagai kota lain di Indonesia. Hal ini tentunya memudahkan masyarakat dalam beraktivitas dan meningkatkan daya tarik dari properti yang berada di sekitar lokasi tersebut.
Selain itu, pemerintah juga terus berusaha mempermudah prosedur pengurusan SHM. Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan program reforma agraria yang bertujuan untuk memaccelerasi proses pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat. Program ini diharapkan bisa memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang memiliki tanah namun belum memiliki SHM.
Kesimpulan
Menyediakan fasilitas yang berkualitas, serta memastikan setiap properti memiliki SHM, sangat penting dalam mengembangkan sektor properti di Indonesia. Upaya tersebut tidak hanya memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, namun juga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah perlu terus mengevaluasi dan menyediakan infrastruktur dan fasilitas publik yang memadai, serta memudahkan proses pengurusan SHM. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan nilai investasi properti di Indonesia, tapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Tautan eksternal: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN
